Mau Resign? Siapkan Dana Career Break dengan Cara Ini
Rasanya pasti melelahkan ketika terjebak dalam rutinitas pekerjaan yang itu-itu saja. Keinginan untuk berhenti sejenak atau menata ulang hidup adalah hal yang sangat manusiawi. Namun, hati-hati. Jangan sampai keputusan resign justru membuat kondisi keuanganmu menjadi berantakan. Kamu memerlukan persiapan yang matang agar masa istirahat ini tidak berubah menjadi bencana finansial.
Berikut adalah panduan lengkap menyiapkan dana career break agar kamu bisa rehat dengan tenang dan nyaman.
Apa Itu Career Break dan Kenapa Gen Z Membutuhkannya?
Career break bukan sekadar status pengangguran. Ini adalah keputusan sadar untuk berhenti bekerja sementara waktu dengan tujuan yang jelas, seperti memulihkan kesehatan mental, mempelajari skill baru, atau sekadar mencari keseimbangan hidup yang sempat hilang.
Bagi generasi Z yang akrab dengan budaya kerja serba cepat atau hustle culture, career break sering kali menjadi kebutuhan krusial. Tekanan pekerjaan yang tinggi sangat rentan memicu burnout. Oleh karena itu, mengambil jeda sejenak bisa menjadi solusi terbaik agar kamu bisa kembali bekerja dengan performa yang lebih segar dan prima di masa depan.
Mental Sehat Butuh Modal Kuat: Jangan Resign Modal Nekat
Banyak orang berpikir bahwa resign adalah jalan pintas untuk "healing". Padahal, kesehatan mental membutuhkan modal yang kuat. Bayangkan jika kamu memutuskan berhenti kerja tanpa tabungan yang cukup. Stres akibat pekerjaan kantor hanya akan berpindah menjadi stres baru karena tidak punya uang.
Jangan sampai kamu resign hanya bermodal nekat. Pastikan kamu memiliki fondasi keuangan yang kokoh sebelum menyerahkan surat pengunduran diri. Ingatlah bahwa tagihan bulanan tidak akan ikut "cuti" dan akan terus datang meskipun kamu sedang tidak bekerja.
Menghitung "Napas Finansial" Kamu
Langkah pertama yang wajib kamu lakukan adalah menghitung daya tahanmu. Kita bisa menyebutnya sebagai "napas finansial", yaitu berapa lama kamu bisa bertahan hidup dengan nyaman tanpa adanya pemasukan tetap.
Rumus: Pengeluaran Bulanan x Durasi Istirahat
Cara menghitungnya cukup sederhana. Kamu hanya perlu mengalikan rata-rata pengeluaran bulanan dengan durasi istirahat yang kamu rencanakan.
Sebagai contoh, jika pengeluaran rutinmu adalah Rp5 juta per bulan dan kamu ingin mengambil career break selama 6 bulan, maka perhitungannya adalah:
Rp5.000.000 x 6 bulan = Rp30.000.000
Angka Rp30 juta inilah yang menjadi target dana career break yang harus kamu kumpulkan sebelum benar-benar berhenti bekerja. Pastikan angka ini sudah mencakup kebutuhan pokok, asuransi, dan dana darurat kecil.
Langkah Taktis Kumpulkan Dana Rehat dalam 1 Tahun
Mengumpulkan puluhan juta rupiah mungkin terdengar berat di awal, tetapi hal ini sangat mungkin dilakukan jika kamu memiliki strategi yang tepat. Berikut adalah langkah taktis yang bisa kamu terapkan dalam satu tahun terakhir sebelum resign.
Memangkas Pengeluaran Gaya Hidup Sementara
Mulailah dengan melakukan audit pengeluaran. Coba pangkas biaya yang sifatnya keinginan atau gaya hidup, seperti langganan layanan streaming yang jarang ditonton, kebiasaan membeli kopi mahal setiap hari, atau belanja impulsif. Alihkan uang tersebut ke dalam tabungan khusus untuk career break. Anggap saja ini pengorbanan sementara demi ketenangan batinmu nanti.
Mencari Side Hustle Sebelum Resign
Mengandalkan gaji utama saja mungkin akan membuat proses pengumpulan dana terasa lambat. Cobalah mencari side hustle atau pekerjaan sampingan yang sesuai dengan keahlianmu. Penghasilan tambahan dari proyek freelance bisa langsung dialokasikan 100% untuk tabungan rehatmu. Selain menambah pundi-pundi rupiah, ini juga bisa menjadi jaring pengaman saat kamu sudah tidak bekerja tetap nanti.
Parkir Dana Survival di Obligasi via Aplikasi OCTO
Setelah dana terkumpul, jangan biarkan uang tersebut hanya "tidur" di rekening tabungan biasa karena nilainya bisa tergerus inflasi. Namun, hindari juga menempatkannya di instrumen berisiko tinggi seperti saham karena kamu membutuhkan dana ini dalam jangka waktu dekat.
Mengapa Obligasi Lebih Aman untuk Dana Jangka Menengah
Obligasi adalah pilihan investasi yang tepat untuk memarkir dana survival jangka menengah (1 hingga 3 tahun). Instrumen ini menawarkan tingkat pengembalian yang lebih menarik daripada deposito, namun dengan risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan saham.
Kamu bisa berinvestasi Obligasi dengan mudah dan praktis melalui aplikasi OCTO. Di sini, kamu dapat memilih berbagai jenis Obligasi Pemerintah (SBN Ritel) yang aman dan dijamin negara. Proses pembelian hingga pemantauan portofolio dapat dilakukan kapan saja langsung dari genggamanmu. Dengan begitu, dana career break kamu tidak hanya aman, tetapi juga bisa bertumbuh secara optimal.
Penutup
Mengambil keputusan untuk career break adalah hak setiap pekerja demi menjaga kesehatan mental dan fisik. Namun, kebebasan tersebut harus dibarengi dengan tanggung jawab finansial. Dengan menghitung kebutuhan dana secara cermat dan menyimpannya di instrumen yang tepat seperti Obligasi, kamu bisa menikmati masa rehat tanpa dihantui rasa cemas akan isi dompet.
Sudah siap menyusun rencana rehatmu? Yuk, mulai sisihkan dana dan investasi Obligasi sekarang juga melalui aplikasi OCTO dari CIMB Niaga untuk masa depan yang lebih tenang!

Posting Komentar